INFOTORIAL

MANADO,ARAHMU.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dalam memperkuat akses keuangan daerah dan pengembangan ekonomi syariah kembali ditegaskan dalam forum strategis tingkat provinsi.

Bupati Bolsel, Hi. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., memaparkan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) pada kegiatan High Level Meeting (HLM) yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS se-Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara dan dihadiri para kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya, Iskandar menjelaskan bahwa program KDEKS di Bolsel menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan Bank Indonesia. Program ini diarahkan untuk mendukung visi nasional, khususnya dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi dan halal bagi masyarakat.

Menurutnya, penguatan ekosistem pangan daerah juga berkaitan dengan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis serta percepatan target Wajib Halal Oktober 2026.

Saat ini, Bolsel telah memiliki empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan 20 Rumah Pemotongan Unggas (RPU). Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama keterbatasan tenaga Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat yang baru berjumlah empat orang.

“Kami berkomitmen memperluas sertifikasi Juleha melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan mitra strategis lainnya. Ini penting untuk memperkuat industri halal daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal,” ujar Iskandar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bolsel juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama 15 kabupaten/kota dan Bank SulutGo. Selain itu, ditandatangani pula MoU dukungan program KDEKS terkait sertifikasi halal RPU di Bolsel.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling, S.E., dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah provinsi terhadap pemerataan pembangunan antarwilayah.

Ia menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara kini berada di angka sekitar 76,3 persen. Kota Manado telah melampaui 82 persen, sementara Bolsel yang sebelumnya berada di angka 69 kini meningkat menjadi 70,3 persen.

“Daerah yang masih membutuhkan percepatan, seperti Bolaang Mongondow Selatan, akan menjadi prioritas penguatan program pemerintah provinsi. Ini bukan soal kecemburuan, melainkan upaya menciptakan keseimbangan pembangunan,” ujar Gubernur.

Ia menambahkan, pemerataan pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi menjadi fokus bersama agar seluruh daerah dapat tumbuh sejajar.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Iskandar turut didampingi tim TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.(Admin)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *