
GORONTALO,ARAHMU.ID – Sampai saat ini, permasalahan sampah di Kota Gorontalo belum bisa teratasi dengan baik. Berbagai keluhan seperti bau yang tak sedap hingga banyaknya tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan di rasakan oleh masyarakat sekitar.
Keluhan dari masyarakat perihal pengelolaan sampah ini pun masih belum bisa tertangani dengan baik. Padahal, Pemerintah terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setiap hari melakukan upaya pembersihan sampah di kota Gorontalo.
Berdasarkan laporan masyarakat kepada media ini memang terlihat di beberapa tempat, seperti di Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Jeruk dan di jalan Sarini Abdullah sampah masih tertumpuk di pinggir jalan pada siang hari.
“Sampah so menumpuk, kadang tidak ada yang ba angka,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat tim Arahmu.id berada di jalan Arif Rahman Hakim.
Sebelumnya sudah ada himbauan untuk waktu pembuangan sampah yang telah ditentukan oleh DLH. Masyarakat kiranya dapat memperhatikannya. Untuk waktu pembuangan sampah sendiri dimulai jam 4 sore sampai jam 6 pagi.
Terkait keluhan masyarakat tersebut, saat dikonfirmasi, Ansar Ismail selaku Kabid Kebersihan DLH Kota Gorontalo mengungkapkan kalau sampai saat ini, mobil angkutan sampah milik DLH beserta petugas kebersihan terus bergerak untuk meningkatkan pelayanan kebersihan dilingkungan masyarakat.

“Untuk Armada sampah terus bergerak. Akan tetapi, kami berharap juga masyarakat memahami dan mengerti, alangkah baiknya untuk pengelolaan sampah itu dimasyarakat adalah secara mandiri. Artinya, tidak semua harus di buang ke tempat-tempat pembuangan sampah,” Ungkap Ansar Ismail, Senin, (17/02/2025).
Di akui Ansar, saat ini ada peningkatan jumlah sampah di Kota Gorontalo sehingga pihaknya harus lebih ekstra dalam mengelola mobil angkutan sampah beserta petugas kebersihan agar tidak menumpuk.
“Memang sekarang sampah ini luar biasa. Tiap tahun dia over kapasitas. Jadi mobil kita itu sampe 3 ton dia mengangkut sampah ke TPA,” kata Ansar.
Ansar pun menyampaikan kalau masyarakat kiranya juga dapat mengerti dengan kondisi teknis yang dihadapi oleh DLH yang harus mengelola sampah yang ada di 9 kecamatan tersebut.
“Olehnya kami berharap pengertian di masyarakat. Insyaa ALLAH dia selang satu sampai dua hari kita akan eksekusi,” kata Ansar.

Selanjutnya Ansar juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melalaikan kewajiban membayar retribusi sampah.
“Karena sekarang ada penerapan retribusi kebersihan untuk rumah tangga Rp 25.000, maka ketika anda membayar retribusi pasti kami akan melaksanakan pengangkutan seperti itu. Jadi kami memohon pengertian masyarakat. Kemudian mari kelola sampah secara mandiri, artinya mampu mengelola dari rumah sehingga yang dibuang ke TPA atau yang kita angkut tidak terlalu banyak,” Pungkas Ansar.(Fazri)