Gorontalo,Arahmu.id – Kegiatan Karya Wirausaha Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 mulai diselenggarakan pada 21 hingga 22 Juni 2026 di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.

Acara ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia untuk menampilkan gagasan, inovasi, serta hasil karya terbaik mereka, sekaligus mempromosikan produk unggulan daerah masing-masing.

Peserta yang mengikuti ajang ini diminta menyajikan konsep dan karya yang mencakup lima bidang utama, yaitu Teknologi Pengolahan Hasil dan Budidaya, Manajemen Pengembangan Usaha Agribisnis, Metode Menjalin Kemitraan Usaha Agribisnis, Teknologi Sosial Pengembangan Kelompok Tani, serta Teknologi Perbenihan Perkebunan.

Sebagai salah satu peserta, Sri Wahyuni selaku Ketua KTNA Kabupaten Malang mengaku mengikuti lomba ini dengan mengusung tema teknologi olahan hasil pertanian berupa produk berbahan dasar singkong yang diolah menjadi mukaf. Ia menjelaskan bahwa dalam tahap pelaksanaan yang sedang berlangsung, saat ini telah memasuki sesi paparan bagi peserta terbaik.

“Saya mengikuti Lomba Wirausaha dengan tema teknologi olahan hasil pertanian dan singkong yang diolah menjadi mukaf. Tadi ada 10 peserta yang terbaik. Jadi dari pagi tadi setelah dibuka Bapak Ketua, kemudian ada 5 peserta yang sudah memberi paparan. Dan setelah paparan ada sesi tanya jawab selama 15 menit,” ujar Sri Wahyuni saat diwawancarai, Ahad (21/6/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penilaian terhadap karya yang disajikan dilakukan berdasarkan berbagai aspek penilaian yang meliputi keunggulan produk, inovasi, hingga dampak yang ditimbulkan.

“Mungkin kategori kita masuk 10 besar banyak kategori, termasuk salah satunya adalah pemasaran, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan zero waste, ekonomi sirkular,” katanya.

Secara teknis, untuk mendukung kelancaran proses penyampaian informasi dan penilaian pada lomba ini, seluruh peserta diminta menyiapkan dua jenis bahan tayangan yang telah ditetapkan panitia. Pertama, bahan presentasi berupa slide PowerPoint dengan jumlah maksimal 10 halaman yang berisi penjelasan lengkap mulai dari profil usaha, proses pengolahan produk, keunggulan barang yang dihasilkan, hingga sistem pemasaran yang diterapkan. Kedua, konten video dengan durasi maksimal 90 detik, berformat MP4, berukuran tidak lebih dari 500 MB, dan menggunakan rasio tampilan 9:16.

Seluruh materi dan konten tersebut diunggah melalui platform Google Drive, kemudian tautannya dikirimkan kepada panitia penyelenggara sesuai dengan format penamaan file yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan guna memudahkan proses administrasi, penyeleksian, dan penilaian karya yang disajikan.

Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan utama untuk meningkatkan rasa percaya diri para pelaku usaha di sektor pangan dalam menerapkan teknologi tepat guna dan mengembangkan usahanya ke arah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.

Kegiatan Karya Wirausaha PENAS XVII diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengalaman, memperluas jaringan kemitraan, serta menjadi media untuk memperkenalkan produk dan teknologi terbaru yang dapat mendorong kemajuan sektor pangan nasional.(FO)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *