
BOALEMO,ARAHMU.ID – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, mendampingi kunjungan tim Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI ke Desa Tutulo, Kecamatan Botumoito, Jumat (29/8/2025). Kunjungan tersebut berfokus pada peninjauan pembangunan Rintisan Sekolah Rakyat yang saat ini dipusatkan sementara di gedung Balai Diklat Tutulo.
Tim Kementerian PU melakukan pengecekan langsung terhadap progres pembangunan, mulai dari ruang belajar, fasilitas penunjang, hingga rencana penataan lingkungan sekolah. Wakil Bupati Lahmuddin menyebut kehadiran tim pusat itu menjadi energi baru untuk mempercepat realisasi sekolah rakyat di Boalemo.

“Progresnya cukup signifikan. Kita berharap kehadiran tim dari pusat semakin memperkuat komitmen agar sekolah rakyat segera bisa dimanfaatkan,” ujar Lahmuddin.
Ia menambahkan, sekolah rakyat di Desa Tutulo telah menyiapkan 85 siswa dengan dukungan 13 guru dan seorang kepala sekolah. Kegiatan belajar akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar, yakni dua tingkat SD dan satu tingkat SMP. Menurutnya, kehadiran sekolah rakyat bukan sekadar alternatif, tetapi jawaban nyata terhadap kebutuhan pendidikan di Boalemo.

Lahmuddin juga menanggapi anggapan bahwa sekolah rakyat identik dengan sekolah bagi masyarakat kurang mampu. Ia menegaskan, program ini justru menjadi wujud kepedulian pemerintah pusat hingga daerah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak.
“Sekolah rakyat hadir bukan untuk membeda-bedakan. Justru membuka akses agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Fasilitas yang disiapkan pun tidak kalah dengan sekolah lain,” tegasnya.
Ia mengajak para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak mereka di sekolah rakyat. Program ini, kata Lahmuddin, merupakan bagian dari perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.
Dengan hadirnya rintisan sekolah rakyat di Boalemo, pemerintah daerah optimistis anak-anak akan memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih merata. Kehadiran tim Kementerian PU RI semakin menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang sedang diwujudkan.