
MANADO,ARAHMU.ID – Tiket final Liga 4 Sulawesi Utara 2026 sudah di tangan, namun manajemen Bolsel FC meluapkan kekecewaan terhadap kinerja wasit saat mengalahkan Persminsel, Sabtu (11/04/2026) di Stadion Klabat.
Meski menang dan memastikan langkah ke partai puncak, Presiden Direktur Bolsel FC Wahyudin Kadullah menilai sejumlah keputusan pengadil lapangan merugikan timnya dan mencoreng semangat sportivitas.
“Kami kecewa dengan kepemimpinan wasit. Panitia harus memberikan sanksi tegas karena hal ini mencederai fair play,” tegas Wahyudin usai laga.
Manajemen Bolsel FC menyoroti tiga momen krusial. Pertama, kartu kuning kedua yang dinilai terlalu cepat untuk Sutrisno Kadullah dan Tegar Bulumungo. Kedua, wasit tidak menunjuk titik putih saat Tri Randi Potabuga dilanggar di kotak penalti Persminsel.
Dua kartu merah itu membuat permainan Bolsel FC goyah. Tim kehilangan dua pemain di sektor vital dan terpaksa bertahan dengan 9 orang di sisa laga. Meski pincang, Bolsel FC tetap mampu mengamankan kemenangan dan melaju ke final.
Wahyudin meminta Asprov PSSI Sulut dan panitia pelaksana mengevaluasi perangkat pertandingan. Menurutnya, kualitas wasit harus sejalan dengan gengsi Liga 4 yang jadi jalur promosi ke tingkat nasional.
Dengan hasil ini, Bolsel FC tinggal menunggu pemenang antara Persma 1960 kontra Klabat Jaya Sakti untuk menentukan lawan di final. Partai puncak dijadwalkan Selasa, 14 April 2026 di Stadion Klabat, Manado. Tim yang keluar sebagai juara akan menjadi wakil Sulawesi Utara di Liga 4 Nasional.