
MANADO, Arahmu.id – Komoditas kelapa kembali menjadi sorotan sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Dalam upaya memperkuat daya saing sektor tersebut, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid, menghadiri kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara yang digelar Bank Indonesia (BI), Kamis (30/7/2026), di Kota Manado.
Mengusung tema “Bincang Ekonomi: Penguatan Ekosistem Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara”, forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, dunia perbankan, pelaku usaha, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah perekonomian daerah sekaligus merumuskan strategi pengembangan komoditas kelapa yang lebih berdaya saing.
Kegiatan dibuka oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jemmy Rengkuangan, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kelapa yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada hilirisasi industri dan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumber daya perkebunan yang cukup besar, Bolsel dinilai memiliki peluang strategis untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan industri kelapa di Sulawesi Utara.
Melalui penguatan sektor perkebunan, peningkatan produktivitas petani, pengembangan industri pengolahan, hingga perluasan akses pasar, komoditas kelapa diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Forum yang difasilitasi Bank Indonesia tersebut juga memaparkan perkembangan terkini perekonomian Sulawesi Utara, tantangan yang dihadapi di tengah dinamika ekonomi global, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Diskusi panel yang berlangsung interaktif menghasilkan beragam gagasan mengenai pentingnya membangun ekosistem kelapa secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi, hingga investasi pada sektor hilirisasi menjadi beberapa poin yang mendapat perhatian dalam forum tersebut.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, hasil diseminasi ini diharapkan menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih adaptif dan berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal.
Sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat, komoditas kelapa diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan daerah, tetapi juga mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.(Admin)