
BOLSEL,ARAHMU.ID – Curah hujan yang tinggi yang terjadi hari Sabtu hingga Ahad (07/07/2024) dinihari mengakibatkan luapan air sungai yang besar sehingga 16 desa di Kecamatan Posigadan terendam banjir dan tanah longsor di dua titik.
Bahkan akses jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Tomini dan Posigadan terputus, akibat terdapat dua titik longsor yang terjadi di daerah Landia, antara Desa Pakuku dan Desa Sinombayuga Kec. Posigadan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boby S.B Sampe, S.Ik, M.Si menerangkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menunggu data secara detail, karena kondisi akses jalan ke daerah posigadan terputus.
“Sampai saat ini kami dari BPBD masih menunggu data yang reel dari pemerintah kecamatan dan desa. Ditambah juga denga aliran listrik yang mati dan juga jaringan telepon seluler yang putus,” terang Boby.
Kami juga telah mengimbau kepada Pemerintah Kecamatan dan Desa agar menyampaikan kepada masyarakat tetap waspada dan mengamankan diri di tempat yang aman.
“Himbauan kami telah sampaikan kepada pemerintah setempat dan juga masyarakat, agar tetap waspada dan mengamankan diri ketempat yang lebih aman,” jelasnya.
Untuk tanah longsor yang terjadi di landia desa sinombayuga telah dilaporkan ke Dinas PU, Balai Jalan Wilayah Sulut serta kontraktor penanggung jawab.Dari hasil kaji cepat tim BPBD, TNI/POLRI, Pemerintah Kecamatan, menyampaikan bahwa:
1. Keadaan tanah disekitar longsoran masih labil, material batuan dan tanah masih berjatuhan dan masih beresiko untuk terjadi longsor.
2 . Memperhatikan kondisi dilapangan maka pembarsihan longsor tersebut, harus mempertimbangkan segi keamanan dan keselamatan dalam bekerja (safety working).
3. Mobilisasi alat berat sedang dilakukan oleh balai jalan, jika memungkinkan proses pengerjaan pembersihan jalan dapat dilakukan hari ini, atau dapat dilaksanakan paling cepat besok hari. (Aulia)