Bolsel, Arahmu.id – Komitmen memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput kembali ditegaskan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Bolsel, Moh. Sukri Adam, saat pelaksanaan psikotest dan fit and proper test (FPT) bagi bakal calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC), Jumat (27/02/2026).

Menurut Sukri, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi partai dalam menyiapkan kepemimpinan yang matang dan teruji di tingkat kecamatan.

“PDIP ingin memastikan bahwa Ketua PAC yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen ideologis. Karena itu, prosesnya harus melalui tahapan yang terukur dan profesional,” ujar Sukri.

Ia menjelaskan, psikotest dilakukan untuk menggali potensi, karakter, serta kesiapan mental para kader dalam memimpin organisasi.

Sementara fit and proper test menjadi ruang bagi para calon untuk memaparkan visi, memahami garis perjuangan partai, serta menunjukkan kemampuan manajerial dan komunikasi politik.

Lebih jauh, Sukri menyebut bahwa PDIP Bolsel ingin menjadi partai yang adaptif dan progresif dalam membangun sistem kaderisasi. Seleksi yang dilakukan bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang.

“Kita ingin PAC benar-benar aktif, solid, dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Struktur yang kuat di tingkat bawah akan memperkokoh perjuangan partai secara keseluruhan,” tambahnya.

Pelaksanaan psikotest dan FPT ini diikuti sejumlah kader dari berbagai kecamatan di Bolsel dan berlangsung dalam suasana tertib serta penuh semangat. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dengan model seleksi seperti ini, PDIP Bolsel menegaskan keseriusannya dalam membangun organisasi yang modern, terstruktur, dan berbasis kualitas kader. Hasil dari tahapan ini nantinya akan menjadi dasar penetapan Ketua PAC definitif sesuai mekanisme internal partai.

Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa penguatan partai tidak hanya dilakukan menjelang momentum politik, tetapi menjadi agenda berkelanjutan demi menjaga konsistensi perjuangan dan kedekatan dengan rakyat.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *