Bolsel, Arahmu.id – Dugaan praktik nepotisme yang berpotensi merugikan keuangan daerah mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Kepala Dinas Perhubungan Bolsel berinisial AL alias Awaludin diduga mengangkat anak kandungnya sendiri sebagai tenaga honorer sopir di instansi yang dipimpinnya, meski yang bersangkutan disebut tidak pernah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber internal menyebut dugaan tersebut bukan terjadi baru-baru ini. Praktik itu diduga telah berlangsung sejak AL menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Bolsel pada periode 2018 hingga 2024, kemudian berlanjut setelah ia dipercaya memimpin Dinas Perhubungan pada 2024.

Salah seorang sumber mengungkapkan, anak AL yang berinisial MG alias Gugun tercatat sebagai sopir honorer di Dinas Perikanan. Namun selama namanya masuk dalam daftar tenaga honorer, MG disebut tidak pernah aktif bekerja karena masih menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

“Namanya tercatat sebagai sopir honorer, tetapi setahu kami tidak pernah masuk kerja karena masih kuliah,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi serupa juga diperoleh dari lingkungan Dinas Perhubungan. Sumber lain menyebut MG hingga kini masih tercatat sebagai tenaga honorer sopir, namun tidak pernah terlihat menjalankan tugas sebagaimana pegawai lainnya.

“Sampai sekarang masih tercatat sebagai sopir honorer, tetapi tidak pernah terlihat menjalankan tugas,” ungkap sumber tersebut.

Apabila informasi tersebut benar, maka muncul dugaan bahwa pembayaran honor dilakukan kepada tenaga honorer yang tidak melaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya. Kondisi itu berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah dan menjadi perhatian serius apabila terbukti melalui proses pemeriksaan oleh aparat berwenang.

Berdasarkan data yang diperoleh, honor sopir honorer di Dinas Perikanan pada periode 2018–2024 disebut berkisar Rp2,5 juta per bulan. Setelah AL menjabat Kepala Dinas Perhubungan, MG kembali diduga tercatat sebagai sopir honorer dengan honor sekitar Rp1,7 juta per bulan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui sejak kapan secara pasti MG mulai tercatat sebagai tenaga honorer maupun total anggaran honor yang telah diterimanya. Informasi tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Upaya untuk memperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Perhubungan Bolsel AL melalui sambungan telepon dan pesan singkat. Namunhingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *