
BOLSEL,ARAHMU.ID – Di Alun-Alun Molibagu, dimana para penjual buah dan makanan tradisional bertemu, seorang pemuda hadir membawa aroma kopi yang khas.Upik, begitu ia dipanggil, adalah seorang barista keliling yang menyajikan kopi dengan cara yang unik, upik tidak menggunakan mesin espresso otomatis, tetapi dengan Rockpresso, alat seduh manual yang mengandalkan kekuatan tangan.
Di atas Vespa klasik yang telah ia ubah menjadi kedai berjalan bertuliskan Exslusive Coffee, Upik dengan tenang menggiling biji kopi pilihan menggunakan hand grinder. Ia menuangkan bubuk kopi segar itu ke dalam portafilter Rockpresso, lalu dengan hati-hati menekan tuasnya perlahan. Perlahan, cairan kopi hitam pekat mengalir ke dalam gelas, membentuk lapisan crema tipis yang tampak begitu menggoda.
Nyaris setiap hari, Upik berjualan dari pagi hingga malam, melayani berbagai kalangan yang datang ke alun-alun, terpantau ASN, Wartawan,Polisi hingga pedagang keliling di sekitar Molibagu sering menjadikannya tempat singgah untuk melepas lelah.Sore hari, anak-anak sekolah yang pulang lewat alun-alun kerap mampir, memesan es kopi susu atau sekadar berbincang santai di dekat Vespanya.

Senja mulai turun, dan pelanggan mulai berdatangan. Ishak, seorang pelanggan setia yang selalu memesan kopi hitam tanpa gula, berdiri di dekat Vespa abu yang telah memudar itu.
“Seperti biasa, Upik. Kopi hitam Strong,” katanya dengan senyum tipis.
Dengan cekatan, Upik menuangkan air panas ke dalam cangkir sebelum menyeduh, memastikan suhu tetap stabil agar ekstraksi sempurna. Beberapa anak muda yang sering nongkrong di alun-alun juga datang, memesan es kopi susu khas racikannya.
“Bang Upik, esppreso satu, supaya blum mo tidor malam ini !,” ujar Alan seorang ASN yang sering ningkrong disitu.
Upik hanya tersenyum kecil sambil menyajikan gelas-gelas kertas kopi dengan hati-hati. Baginya, kopi bukan sekadar minuman, melainkan pengalaman. Setiap tarikan tuas Rockpresso adalah seni, setiap tegukan kopi adalah cerita.

Malam kian larut, satu per satu pelanggan mulai berpamitan. Upik pun merapikan peralatannya, memastikan semuanya siap untuk digunakan kembali esok hari. Di atas Vespa dan di balik Rockpresso kesayangannya, ia bukan sekadar penjual kopi keliling, ia adalah peracik rasa, seorang seniman yang menghadirkan kehangatan dalam setiap gelas kecil yang selalu dinanti.
Dan esok, seperti biasa, Upik akan kembali. Bersama Vespa, Rockpresso, dan senyum hangat untuk setiap pelanggannya.(admin)