BOALEMO,ARAHMU.ID – Kasus malaria di Kabupaten Boalemo kembali menjadi sorotan setelah tercatat sebanyak 154 kasus sepanjang Januari hingga Maret 2025. Meski angka ini belum menyamai total kasus pada tahun-tahun sebelumnya, tren kenaikan di awal tahun mendorong Pemerintah Kabupaten untuk bertindak lebih cepat.

Data dari Dinas Kesehatan Boalemo menunjukkan bahwa pada tahun 2023, jumlah kasus malaria mencapai 514, dan sedikit menurun di tahun 2024 dengan 485 kasus. Kendati demikian, Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau menilai langkah-langkah penanggulangan harus diperkuat agar target eliminasi malaria tahun 2030 dapat tercapai.

Dalam kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk Penanggulangan Malaria yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Boalemo, Jumat (07/03/2025), Bupati Rum Pagau menyampaikan instruksi tegas kepada Dinas Kesehatan untuk segera membentuk Forum Gerakan Nasional Pemberantasan Malaria, yang nantinya akan bekerja langsung di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan.

“Harus segera dibentuk tim dari Dinas Kesehatan, bekerja sama dengan OPD dan pihak kecamatan, dipimpin langsung oleh kementerian untuk menangani masalah ini secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga menjabarkan empat tahapan strategis menuju eliminasi malaria di Boalemo:

  1. Akselerasi – percepatan penurunan kasus di wilayah dengan endemisitas tinggi.
  2. Intensifikasi – pengurangan tingkat penularan di wilayah endemis sedang.
  3. Pembebasan – penghentian total penularan pada daerah dengan endemisitas rendah.
  4. Pemeliharaan – upaya menjaga daerah yang telah bebas malaria agar tetap steril dari penularan ulang.

Dalam pidatonya yang penuh ketegasan, Rum Pagau juga menyoroti pentingnya pelayanan pasien di fasilitas kesehatan. Ia meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk memprioritaskan penanganan pasien malaria, tanpa terhalang oleh urusan administratif.

“Jangan tanya dulu soal BPJS atau KTP. Selamatkan dulu nyawanya, administrasi bisa menyusul. Kalau masih ada yang mengutamakan dokumen dibanding pasien, saya tak segan mencopot jabatannya,” tegas Rum Pagau.

Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Boalemo berkomitmen serius dalam memerangi malaria. Dukungan lintas sektor pun akan menjadi kunci keberhasilan menuju Boalemo yang bebas malaria pada 2030.(Fazri)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *