BOLSEL,ARAHMU.ID – Festival Maleo Bolsel 2025 yang digelar kemarin, Kamis (20/11/2025) di Museum Daerah Kerajaan Bolaang Uki berjalan ramai dan diikuti puluhan pelajar. Hari ini, kegiatan itu masih menjadi bahan cerita karena fokusnya yang sederhana: mengenalkan burung maleo dan alasan satwa ini perlu dilindungi.
Acara ini diprakarsai Wildlife Conservation Society (WCS) bersama Forum Kolaborasi Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean. Kedua lembaga ini selama ini banyak terlibat dalam perlindungan maleo, terutama di kawasan bertelur Tanjung Binerean.
Kegiatan yang disiapkan cukup beragam lomba poster, pembuatan video pendek, permainan edukatif, hingga pameran foto satwa liar. Semua dibuat agar anak-anak lebih mudah memahami isu konservasi.
Ketua Forum, Kadek Wijayanto, menekankan bahwa festival ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini.
“Maleo bagian dari lingkungan kita, jadi anak-anak perlu mengenalnya. Terima kasih kepada WCS yang terus mendampingi kegiatan konservasi di Tanjung Binerean,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan juga dihadiri beberapa instansi, seperti Balai TN Bogani Nani Wartabone, BKSDA Sulut, KPH Bolsel, camat, dan perwakilan Dinas Pendidikan. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus memperkuat kerja sama untuk menjaga satwa endemik di Bolsel.(Admin)