
Bolsel, Arahmu.id – PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Pemkab Bolsel).
Langkah konkret ini diwujudkan melalui rapat pembentukan Tim Appraisal Tanam Tumbuh yang digelar di Ruang Berkah, Kantor Bupati Bolsel, Kawasan Perkantoran Panango, pada Selasa (26/01/2026).
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Bolsel, Muhammad Iksan Utiah, S.H., yang juga ditunjuk sebagai Ketua Tim.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Superintendent External Relations JRBM, Dwi Hendrawan Senobroto, serta jajaran pejabat daerah mulai dari Kabag Hukum, Kasat Satpol PP, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem), hingga Kepala Kesbangpol.
Dalam keterangannya, Muhammad Iksan Utiah menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan yang sesuai regulasi. Ia menjelaskan bahwa tim ini dibentuk untuk membantu pelaksanaan verifikasi lapangan terkait tanam tumbuh yang masuk dalam wilayah kontrak karya JRBM.
“Pemerintah Daerah berperan membantu pelaksanaan kerja Tim Appraisal Tanam Tumbuh yang menjadi bagian dari kontrak kerja JRBM. Adapun lokasi kegiatan nantinya difokuskan berada di KM 12 kawasan Utoh, Desa Dumagin, Kecamatan Pinolosian Timur,” ujar Iksan Utiah.
Iksan menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal. Hasil dari rapat pembentukan tim ini akan segera dilaporkan kepada Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru, untuk mendapatkan legalitas resmi.
“Ini baru rapat awal sekaligus pembentukan tim. Selanjutnya akan kami sampaikan kepada Pak Bupati. Jika Surat Keputusan (SK) Tim Appraisal dari Pak Bupati Iskandar Kamaru sudah terbit, maka akan dilakukan rapat lanjutan sebagai dasar hukum pelaksanaan tugas di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, pihak perusahaan menekankan bahwa pembentukan tim ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari standar operasional pertambangan yang bertanggung jawab.
Superintendent External Relations JRBM, Dwi Hendrawan Senobroto, mengungkapkan bahwa Tim Appraisal Tanam Tumbuh memiliki tugas krusial dalam melakukan penilaian menyeluruh. Penilaian ini tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi tanaman, tetapi juga mencakup keanekaragaman hayati dan lingkungan.
“Hal ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik atau Good Mining Practices,” pungkas Dwi.
Langkah kolaboratif antara JRBM dan Pemkab Bolsel ini diharapkan dapat memastikan investasi berjalan beriringan dengan kepatuhan hukum dan kelestarian lingkungan di wilayah Bolaang Mongondow Selatan.(Admin)