
BOLSEL,ARAHMU.ID — Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), (Cand) Dr. H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kabupaten Bolsel, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Guest House Pemerintah Kabupaten Bolsel, kawasan Alun-Alun Molibagu, tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus evaluasi organisasi dalam menentukan arah kepengurusan GPII Bolsel ke depan.
Dalam sambutannya sebelum membuka Musda, Iskandar Kamaru menegaskan bahwa musyawarah merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan soliditas sebuah organisasi.
Menurutnya, proses musyawarah dan mufakat harus mampu melahirkan pemimpin yang amanah serta memiliki komitmen untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
“Musyawarah merupakan konsolidasi penting dalam organisasi. Luar biasa kalau kita mendapatkan pemimpin yang amanah melalui musyawarah mufakat,” ujar Iskandar.
Ia juga mengingatkan agar organisasi kepemudaan tidak hanya dijadikan sebagai wadah ketika kader memiliki kepentingan tertentu. Sebaliknya, organisasi harus menjadi ruang untuk membangun kapasitas, pengabdian, solidaritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Organisasi jangan hanya menjadi wadah ketika ada kepentingan bagi para kader,” tegasnya.
Iskandar berharap Musda GPII Bolsel dapat berlangsung dengan tertib, demokratis dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda GPII Bolsel, Rizky Kadu, dalam laporannya menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan demokratis.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan Musda masih terdapat berbagai kekurangan.
Ketua Wilayah GPII, Rizal Syaus, mengatakan Musda merupakan agenda rutin organisasi yang memiliki fungsi penting untuk melakukan evaluasi sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.
“Ini merupakan agenda rutin untuk evaluasi. Siapapun yang terpilih, saya berharap selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Bolsel maupun Forkopimda,” kata Rizal.
Ia juga mengajak seluruh peserta Musda untuk menjaga semangat persaudaraan dan mengedepankan kepentingan organisasi selama proses musyawarah berlangsung.
“Selamat bermusyawarah, semoga Allah SWT selalu meridai,” ujarnya.
Musda tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bolsel, pimpinan Bank SulutGo (BSG), pimpinan organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan pemuda dan keislaman (OKPI), komisioner KPU, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Musda GPII Bolsel diharapkan tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan arah gerak organisasi yang mampu memperkuat peran pemuda Islam dalam pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.