Ketua Koko’o Gorontalo Fiqram Idrus (Foto :Fazri/Arahmu.id)

GORONTALO,ARAHMU.ID – Di Indonesia, budaya untuk membangunkan orang diwaktu sahur sudah menjadi hal yang lumrah. Tentunya Hal semacam ini berbeda-beda di setiap daerah sesuai dengan kearifan lokalnya masing-masing.

Mulai dari masjid-masjid hingga sampai ke jalan-jalan anak-anak dan orang dewasa antusias membangunkan kaum muslimin diwaktu tengah malam sampai menjelang waktu sholat subuh.

Di Gorontalo, ada sebuah Tradisi yang bernama Koko’o Sahur yang sudah dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi sampai sekarang.Bermodalkan sebuah bambu yang diukir seperti bentuk pentongan dan sebuah kayu sebagai pemukulnya, generasi muda di Gorontalo selama Ramadhan berkeliling kampung sembari meneriakan ajakan bangun sahur sampai menyanyikan lagu yang mereka inginkan untuk membangunkan warga sekitar.

Suasana Markas Koko’o Gorontalo saat melakukan persiapan agenda konvoi di Panggung Berjalan. (Foto : Fazri/Arahmu.id)

Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi Koko’o mulai dikembangkan. Perpaduan antara alat-alat tradisional yang seadanya itu menciptakan musik yang lebih menarik untuk didengar.Bermula dari tahun 2014 tradisi ini dipelopori oleh Irwan Belolo yang merupakan seorang pemuda dari kelurahan Talumolo yang melihat anak-anak sering membangunkan warga untuk sahur dengan menggunakan alat seadanya.

Kemudian barulah Irwan mengajak pemuda di kelurahan tersebut untuk membentuk sebuah komunitas kecil yang bernama Koko’o Gorontalo.Dengan bermodalkan kendaraan khas Bentor dan alat sederhana, Ide kreatif Irwan diterima pemuda pemudi Talumolo dan masyarakat.

Dari tahun ke tahun, Koko’o Gorontalo berkembang pesat. Barulah di Tahun 2019, Pemuda Pemudi Talumolo melalui Brigade Toki Sahur Talumolo secara massal mengolaborasikan antara alat musik tradisional dan alat musik modern yang digelar di atas mobil Kontainer kemudian di beri nama Panggung Berjalan.

Kini, Panggung berjalan itu sudah menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat kota Gorontalo. Masyarakat sangat antusias karena selain bisa menikmati pertunjukan Panggung Berjalan, Brigade Toki Sahur Talumolo juga akan membagikan Pentongan secara gratis kepada masyarakat yang ingin mengikuti konvoi tersebut.

Pembuatan Koko oleh Anggota Brigade Toki Sahur. (Fazri/Arahmu.id)

Saat diwawancarai, Fiqram Idrus ketua Koko’o Gorontalo menyampaikan persiapan kegiatan Panggung Berjalan sudah mencapai 90 persen dan sudah 4 kali melakukan latihan untuk mayarakat yamg ingin berpartisipasi pada konvoi panggung berjalan nanti.

Kita sudah persiapan 2 bulan sebelum untuk pembuatan pentongan atau Koko’o. Kita di tahun ini siapkan pentongan itu sebanyak 700 buah, dan itu akan kita bagikan secara gratis,” Jelas Fikram, di Markas Koko’o Gorontalo, kelurahan Talumolo, Rabu, (26/02/2025).

Menanggapi hal tersebut, Firman Umar salah satu pemuda di kota Gorontalo kenyambut baik dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Brigade Toki Sahur Talumolo tersebut.Firman menyampaikan kalau hadirnya Koko’o Gorontalo dapat mempertahankan tradisi di Serambi Madinah.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak Gen-Z. Kemarin kemarin kegiatan sebagian pemuda setiap sahur cuma abis di balap liar, dengan hadirnya Koko’o Gorontalo ini bisa mempertahankan tradisi unik di Gorontalo,” Ungkapnya saat ditemui tim Arahmu.id di kelurahan Tapa kota Gorontalo, Kamis, (27/02/2025)

Terkait pelaksanaan kegiatan Koko’o tersebut kata Irwan, pihak panitia masih akan menunggu keputusan pemerintah pusat soal penetapan awal Ramadhan 1446 H. Namun, persiapan pelaksanaan Koko’o Gorontalo sudah hampir rampung mulai dari agenda sampai mobilitas masyarakat ke titik startnya.(Fazri)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *