
BOALEMO,ARAHMU.ID – Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, belakangan ini memasuki status darurat bencana. Banjir bandang yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan pemukiman warga.
Sejumlah fasilitas umum terdampak, termasuk robohnya jembatan penghubung Desa Saritani–Desa Pangea, serta ambruknya jembatan di Desa Harapan usai banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Jumat (11/04/2025).
Bangunan sekolah dan pusat layanan kesehatan juga ikut diterjang banjir. Meski tak ada korban jiwa, kerugian materil yang dialami warga tergolong tinggi. Sejumlah lahan pertanian dan perkebunan terancam gagal panen, dan beberapa rumah warga terseret arus.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Boalemo, Rum Pagau, langsung meninjau lokasi terdampak sejak pagi hari. Ia menegaskan pentingnya solidaritas dan langkah solutif bersama ketimbang saling menyalahkan.
Dalam upaya penanganan, Bupati Rum Pagau berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian PUPR melalui BWSS II Gorontalo serta BNPB. Fokusnya pada mitigasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca bencana.
Sebelumnya, pada 17 Januari 2025, Bupati Rum telah bertemu Kepala BWSS II Gorontalo, Ali Rahmat, ST.MT, membahas beberapa program strategis untuk Boalemo. Di antaranya review pola PSDA WS Paguyaman (Rp 1,5 miliar), rehabilitasi intake dan jaringan transmisi air baku Rumbia, serta pemutakhiran peta daerah irigasi (Rp 987 juta).
Bupati menaruh harapan besar agar pengelolaan DAS Paguyaman segera menjadi prioritas penanganan teknis dan penganggaran.Dengan semangat kolaborasi, Bupati Rum menegaskan bahwa penanggulangan bencana di Wonosari memerlukan komitmen bersama lintas sektor dan tingkatan pemerintahan.(Fazri)