
LIMBOTO,ARAHMU.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo resmi meluncurkan program Kredit Karbon berbasis tanaman produktif sebagai langkah inovatif mendorong pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Gorontalo dan Koperasi Infinity Alam Lestari di Rumah Dinas Bupati, Sabtu (31/5/2026).
Kesepakatan ditandatangani langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Direktur Koperasi Infinity Alam Lestari Engeline Hennriette. Melalui program ini, lahan kritis dan lahan tidur milik masyarakat akan dikembangkan menjadi kawasan produktif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi mengurangi emisi karbon dan melestarikan lingkungan.
Engeline menjelaskan, program ini mengintegrasikan penanaman pohon bernilai ekonomi tinggi seperti kayu-kayuan, aren, alpukat, dan durian, sekaligus membudidayakan nilam sebagai sumber pendapatan jangka pendek warga.
“Konsep ini dirancang agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi berkelanjutan. Sambil menunggu tanaman utama berbuah, petani tetap punya pemasukan dari nilam,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga menjadi upaya konservasi lewat peningkatan tutupan vegetasi dan penyerapan karbon dioksida.
Bupati Sofyan Puhi menyambut baik kerja sama tersebut dan menilainya sebagai langkah strategis menciptakan sumber ekonomi baru yang ramah lingkungan. Menurutnya, Gorontalo memiliki peluang besar menjadi percontohan ekonomi hijau berbasis masyarakat di Indonesia Timur.
“Program ini bukan sekadar soal kredit karbon, tapi bagaimana mengoptimalkan lahan yang belum produktif jadi sumber penghidupan sekaligus menjaga alam,” tegas Sofyan.
Ia menekankan pentingnya pendampingan petani, penguatan koperasi, dan pengelolaan yang transparan agar manfaatnya benar-benar terasa hingga ke tingkat masyarakat. Program ini sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam mengembangkan investasi hijau, menjaga ketahanan lingkungan, dan membuka peluang ekonomi baru lewat pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.(FO)