
BOLSEL, ARAHMU.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Rapat Paripurna ke-19 dengan agenda penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Kamis (4/9/2025).
Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ridwan Olii, SE tersebut dihadiri oleh Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., jajaran pimpinan OPD, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya.
Sebelum paripurna, seluruh komisi DPRD bersama Badan Anggaran telah melakukan pembahasan dengan masing-masing OPD. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dalam rapat gabungan Banggar DPRD dengan TAPD Pemkab Bolsel, hingga akhirnya disepakati dan ditandatangani bersama.

Dalam forum paripurna, masing-masing fraksi menyampaikan pandangan umum melalui juru bicaranya, dan seluruh fraksi menyatakan menerima hasil pembahasan KUA-PPAS 2026 untuk ditetapkan.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Kamaru menegaskan bahwa penyusunan KUA-PPAS 2026 merupakan hasil sinergi eksekutif dan legislatif, sekaligus menjadi pedoman dalam penyusunan APBD 2026 yang diarahkan untuk mendukung target awal RPJMD 2025–2029.
“Strategi dan kebijakan prioritas dalam APBD 2026 harus dijabarkan dalam program nyata agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tegas Bupati.
Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Pemkab memastikan seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) harus memiliki minimal satu bidan dan dua perawat, baik dari kalangan PNS maupun PPPK.

“Mudah-mudahan akhir September atau awal Oktober sudah diumumkan penempatan tenaga kesehatan di 76 Pustu. Untuk puskesmas rawat inap, idealnya tersedia tiga dokter umum,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi juga mendapat perhatian. Bupati mengungkapkan, pemerintah pusat melalui balai wilayah telah menyetujui beberapa proyek strategis yang akan segera dilaksanakan di Bolsel.

Terkait kebijakan pajak dan retribusi daerah, Bupati mengimbau agar rencana kenaikan PBB-P2 dibahas secara matang bersama masyarakat.
“Kita harus memastikan tidak ada dampak negatif bagi warga,” tegasnya.
Bupati Iskandar berharap penyusunan APBD 2026 berjalan optimal, sehingga seluruh program prioritas dapat terealisasi sesuai target.
“Keberhasilan pembangunan Bolsel adalah hasil sinergi pemerintah, DPRD, dan masyarakat,” pungkasnya.