INFOTORIAL

BOLSEL,ARAHMU.ID – Bupati Bolaang Mongondow Selatan Hi. Iskandar Kamaru,S.Pt,M.Si memimpin rapat perdana Forum Lingkar Tambang di Ruang Rapat Berkah, Perkantoran Panango, Rabu (15/04/2026). Forum ini jadi meja mediasi antara Pemda, warga lingkar tambang, dan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) untuk meredam gesekan soal tenaga kerja dan CSR.

Bupati Iskandar menegaskan Forum Lingkar Tambang dibentuk sebagai ruang dialog mencari solusi atas dinamika hubungan masyarakat dan perusahaan, terutama terkait rekrutmen karyawan. Ia meminta JRBM mengutamakan warga lingkar tambang dalam setiap penerimaan tenaga kerja.

“Semua persoalan bisa dibicarakan. Saya minta masyarakat sabar dan mengikuti sistem antrean agar distribusi tenaga kerja dari tiap desa merata,” kata Iskandar.

Ia juga mengimbau warga tidak menempuh aksi sepihak seperti blokade jalan karena perusahaan memiliki perlindungan hukum. Setiap kendala diminta dikomunikasikan melalui bagian administrasi perusahaan. Dalam forum itu, Bupati mengapresiasi Desa Motandoi yang selama ini tidak melakukan aksi portal.

Terkait CSR, Bupati meminta penyaluran difokuskan pada kebutuhan dasar yang dampaknya langsung dirasakan warga.

“Kami berharap CSR diprioritaskan untuk pembangunan fisik, terutama air bersih dan normalisasi sungai,” ujarnya.

Manajemen PT JRBM memaparkan komposisi tenaga kerja 2025: lingkar tambang 51%, Bolaang Mongondow Raya 14%, lokal Sulut 10%, dan nasional 25%. Pada 2026, selain operasi produksi, JRBM fokus pada eksplorasi dan ekspansi pengolahan bersama mitra kontraktor PT Arkato, PT Sumagud, PT AGI, dan PT Aden.

JRBM menyatakan komitmen menyelaraskan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan RPJMD Bolsel. Fokusnya antara lain penanganan stunting di Pinolosian Timur serta dukungan sektor perikanan sesuai program prioritas daerah. Perusahaan menyebut CSR wajib dilaksanakan tiap tahun di lingkar tambang dan memaparkan implementasi PPM serta program unggulan di 10 desa lingkar tambang.

Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara JRBM dan warga. Diskusi diharapkan memberi masukan soal mekanisme rekrutmen lingkar tambang, usulan program prioritas desa, dan sinkronisasi program CSR-PPM dengan program prioritas Bolsel.

Turut hadir para Asisten Setda Bolsel, Camat Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur, para sangadi lingkar tambang, perwakilan JRBM, dan masyarakat lingkar tambang.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *